Generasi-90an

Pengarang: Marchella FP

Generasi yang menikmati segala hal yang terjadi antara tahun 1990-2000 adalah generasi dengan segudang cerita dan kenangan indah. Dari dunia televisi, permainan, gaya hidup, semua meninggalkan kesan yang mendalam terutama bagi mereka yang lahir dari era ’80-an.

Buku Generasi-90an karangan Marchella FP ini berusaha mengumpulkan kembali koleksi-koleksi kenangan yang sangat jauh berbeda dibandingkan dengan keadaan yang terjadi saat ini. Secara akurat buku ini mencoba mengilustrasikan kembali betapa banyaknya elemen-elemen yang sepele sekalipun mampu mengisi dekade tersebut dengan rapi. Fungsi buku ini menjadi begitu penting dalam sejarah perkembangan budaya populer di Indonesia. Boleh dianggap ini semacam rekaman masa lalu yang beberapa di antaranya nyaris terlupakan. Buku Generasi-90an adalah potret (yang walau hanya dalam ilustrasi) jujur bagaimana manusia era ’90-an hidup dan menikmati hidup tersebut.

Terlepas dari fungsi utamanya sebagai nostalgia, buku ini sedikit banyak mampu membawa pembacanya kembali ke dunia saat Indonesia masih menjadi macan Asia, saat segala usia dimanja tontonan yang menghibur dan mendidik, saat komunikasi yang terbatas justru menimbulkan banyak kreativitas, hingga yang paling sederhana dan menyentuh, bahwa dulunya manusia memang senang berinteraksi secara langsung bukan virtual dan dibatasi teknologi. Buku ini adalah bukti bagaimana manusia pernah hidup di zaman tersebut. Buku ini bisa menjadi sangat vital sebagai usaha preservasi kenangan yang selama ini memang kurang dilakukan oleh berbagai pihak.

Memang buku ini tidak benar-benar mencakup keseluruhan peninggalan era ’90-an tersebut. Ada beberapa hal yang boleh dibilang “tertinggal” seperti tayangan serial kung fu (semacam Return of the Condor Heroes, Monkey King, Judge/Justice Bao, Drunken fist, dll), Asia Bagus, suasana krisis moneter dan reformasi 1998, dan banyak lainnya. Tapi secara proporsi, buku ini sudah lebih dari cukup.

Buku ini sangat direkomendasikan baik sebagai nostalgia bagi yang mengalami, maupun bagi mereka yang tidak tahu atau melupakan era emas Indonesia saat itu.

Nilai: 5 dari 5

 

About edriasandika

- Lecturer - Blogger - Popular Culture Fan - Figure Collector - Model Kit enthusiast

Posted on February 28, 2013, in Review and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: